Jumat, 13 Januari 2023

Gali Potensi Ukir Prestasi


 

Judul             : Gali Potensi Ukir Prestasi
Resum ke-    : 3
Gelombang   : 28
Tanggal         : 13 Januari 2023
Narasumber  : Aam Nurhasanah, S.Pd.

Alhamdulillah.... malam ini bisa mengikuti kelas belajar menulis nusantara pertemuan ketiga dengan materi “Gali Potensi Ukir Prestasi” bersama ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.  yang dimoderatori ibu Arofiah Afifi, S.Pd.

Moderator membuka dengan pantun yang sangat indah, kemudian menyampaikan sedikit profil ibu Aam Nurhasanah S.Pd. Bahwa potensi bu Aam sebagai seorang penulis handal, telah berhasil menjadi penulis penerbit mayor, dalam tantangan menulis 1 minggu bersama prof Richardus Eko Indrajit alias prof ekoji. Buku telah telah berpose manja di gramedia di seluruh Indonesia. selain itu bu Aam juga menjadi juara 1 dalam tantangan-tantangan menulis, diantaranya tantangan menulis PGRI dan YPTD. Prestasi berderet lainnya seperti menjadi moderator, menjadi kurator, menjadi narasumber diberbagai acara, menjadi editor dan lain-lain.

Materi/tema yang beliau sampaikan adalah Gali Potensi Ukir Prestasi. Sebagai ajang penggalian potensi peserta, bunda Aam menyampaikan pertanyaan kepada seluruh peserta "apa alasan Bapak/Ibu bergabung di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN)?" Bermacam-macam jawaban yang muncul, sedangkan alasan saya adalah ingin bisa menulis dan membuat buku.

Selanjutnya narasumber menyampaikan bahwa Kita bisa mulai menulis dengan apa yang kita sukai. Setiap manusia diberikan kesempatan yang sama untuk menggali segala potensi yang dimiliki untuk meraih prestasi. Contoh jika suka menulis maka tekuni dunia tulis. Menulis dari apa yang disukai, dialami, atau dikuasai, bisa menulis puisi, pantun, cerpen, novel, atau kisah inspiratif yang bisa menginspirasi negeri. Agar potensi dapat berubah menjadi prestasi perlu dilatih dan dibiasakan. Pembiasaan ini tentu membutuhkan komitmen agar pembiasaan menjadi potensi yang membanggakan, seperti narasumber itu.

Menurut narasumber, bahwa gali potensi ukir prestasi bisa dimulai dari hal-hal yang disukai, Untuk melatih segala potensi ini, bisa dilakukan dengan mengikuti beberapa lomba sesuai dengan kesukaan kita. Contohnya narasumber yang memiliki kesukaan menulis maka beliau juga senang dan rajin mengikuti lomba-lomba menulis. Itulah contoh yang telah dialami oleh narasumber yang diawali dengan adanya kesukaan. kesukaan sebagai awal menuju prestasi.

Penulis pemula dalam meraih prestasi tentu banyak kendala, misalnya takut tulisan jelek, takut dibuli, tidak percaya diri, takut tulisan tidak sempurna, dan keraguan dalam mempublikasi tulisan sehingga tulisannya hanya disimpan di dalam draf dan membiarkan ide itu menguap hingga berlalu begitu saja. Kendala-kendala seperti ini, dapat diminimalisir dengan kepercayaan diri untuk bisa tampil dan semua perlu dicoba dan dibiasakan.

Sesi selanjutnya adalah tanya jawab, kelas semakin ramai dengan pembahasan yang melebar dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para peserta. Namun masalah-masalah tersebut dapat disharingkan dan dapat menjadi pencerahan yang luar biasa. Semuanya dapat memetik pengetahuan baru yang mungkin tidak bisa didapatkan dari kelas lain.

Kelas dengan durasi 2 jam, tidak terasa berjalan begitu cepat. Narasumber mengakhiri acara dengan memberi pernyataan bahwa "Guru mulia karena karya, jadikan menulis sebagai passion, rajin menulis hingga karyamu berbuah manis." Ini poin pentingnya. Akhirnya, Ibu Arofiah Afifi, S.Pd. selaku moderator menutup kelas juga dengan pantun berikut ini.

Siang-siang pergi ke kota,
Jangan lupa beli alpukat.
Demikian materi narasumber kita
Pasti akan berbuah manfaat.

Demikianlah resume materi ke-3 dalam Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 28. Semoga acara ini dapat memotivasi khususnya saya untuk bisa menulis, menulis, dan menulis dengan komitmen yang tinggi sehingga bisa mewujudkan impian menghasilkan buku-buku yang bermanfaat.


Setiap pisau haruslah selalu diasah
Supaya semakin tajam dan jadi kuat
Galilah potensi tanpa kenal lelah
Agar capai prestasi yang bermanfaat

Rabu, 11 Januari 2023

Menjadikan Menulis Sebagai Passion


Judul             : Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Resum ke-    : 2
Gelombang   : 28
Tanggal         : 11 Januari 2023
Tema             : Menjadikan Menulis Sebagai Passion
Narasumber  : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.

Lelah setelah seharian berkegiatan di MGMP yang sedang mengadakan workshop, tapi semua harus kulupakan karena ingat ada perkuliahan hari kedua pada Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang ke-28.
Alhamdulillah.... saya malam ini dapat mengikuti perkuliahan dengan materi “Menjadikan Menulis Sebagai Passion” bersama ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. (Bunda Kanjeng) yang dimoderatori ibu Widya Setianingsih, S.Ag.

Moderator membuka dengan salam dan menyampaikan puisi yang indah, kemudian mempersilakan ibu Sri Sugiastuti untuk menyampaikan materi.

Pada pembukaan materi Bunda Kanjeng menshare materi dalam bentuk PPT yang berjudul WRITING IS MY PASSION. File tersebut terdiri dari 20 slide yang menjelaskan tentang bagaimana cara menulis sebagai penulis pemula. pada Slide awal Bunda Kanjeng mengatakan "Mengapa menulis menjadi sebuah Passion yang menjanjikan? Karena kemampuan menulis dipandang sebagai sebuah indikator intelektualitas dan kematangan berpikir. Hingga hari ini profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial. Apa yang menjadi kendala dan hambatan jika kita memulai untuk menulis? Yaitu diantaranya adalah merasa tidak memiliki bakat menulis, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau dikritik, tidak suka menulis. 

Selanjutnya materi Bunda Kanjeng adalah ketika menulis kita mulai dengan pertanyaan "Mengapa?'. Mengapa kita menulis? Pertanyaan ini jawabannya lebih filosofis karena berhubungan dengan nilai visi dan misi hidup kita di dunia itu artinya bahwa tujuan mengapa kita menulis adalah ingin menyampaikan identitas dan eksistensi hidup kita kepada orang lain. Mengenai siapa diri kita tentang proses dan pencapaian dalam hidup kita yang terkait dengan perjalanan hidup kita, pekerjaan kita, status dan kedudukan kita dalam masyarakat bahkan sampai pada perihal pemikiran-pemikiran yang mendukung proses kehidupan kita dalam hubungan interaksi kita dengan lapisan sosial masyarakat di sekitar kita. Selanjutnya adalah Bagaimana cara kita menulis? alasan ini adalah lebih bersifat teknis dan jawabannya cenderung mudah dipelajari melalui proses. Proses adalah sebuah cara kita terbentuk. Proses adalah jawaban dari sebuah kepastian. Tanpa proses kita tidak akan mengalami sebuah pembelajaran yang bermakna. Belajar adalah cara memperoleh pengetahuan dan sebuah Proses adalah jembatan yang menghubungkan kita pada tujuan yang hendak kita capai. bagaimana kiat menulis tentu jawabanya adalah bagaimana kita mengalami proses itu melalui cara-cara yang kita gunakan tentunya. Alasan terakhir menulis adalah Kapan kita mulai menulis? jawabannya adalah secepatnya kita harus niatkan untuk membuat karya yang asli dari diri kita.

Langkah-langkah bmenjadi penulis yang baik
  1. Read, Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku, baik yang        bersifat  general (umum) maupun spesifik (khusus). 
  2. Discuss, Hal ini penting karena ada ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendiskusikan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita
  3. Look & Feel, Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media
  4. Socialize, Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap? Bagaimana kita bisa menarik sebuah kesimpulan atas kisah dan pengalaman orang lain yang dapat kita jadikan pembanding atas kisah yang ada dalam tulisan kita atau yang sedang kita buat outlinenya.
Alur Persiapan Menulis:
  1. Menggali dan menemukan gagasan/ide
  2. Menentukan tujuan, genre, dan segmen pembaca
  3. Menentukan topik
  4. Membuat Outline
  5. Mengumpulkan bahan materi/buku
Bunda Kanjeng sebagai ulama (usia lanjut masih aktif). Memposisikan diri sebagai tim doa dan tim hore. Beliau sangat bahagia terhadap para alumni gel 1-27 yang memiliki potensi luar biasa dan harus dilejitkan khususnya di dunia literasi.

Tergelitik mengulik kata Passion, Passion atau renjana adalah satu gairah yang dimiliki semua orang. Bagaimana kita menjaga passion dan menyalurkannya menjadi sesuatu yang selalu ingin dan ingin lagi. Sehingga tidak pernah padam. Begitu juga dengan proses menulis. Ketika kita sudah menjadikan sebagai renjana, maka giat menulis tidak akan padam. Karena sudah menjadi kebutuhan bukan beban. Jadi ketika belum menulis ada sesuatu yang kurang. Seperti layaknya kita bernafas, sesak mendera saat oksigen berkurang.

Yang menjadi tantangan, MAMPUKAH KITA MENJADIKAN MENULIS ITU SATU KEBUTUHAN atau  FOOD  SUPLEMEN yang akan membawa kita menjadi orang mulia.

Mengapa kita menulis? 
Menulis  versi Founder KBMN  antara lain bisa traveling  ke luar negeri, karena memang lomba bisa dapat duit dari gopay, bisa ketemu mas Menteri, bisa ketemu Pak Presiden.  Bisa mengedukasi pembaca untuk  berliterasi.

Hubungan menulis dengan healing, sebagai manusia tentu tak pernah lepas dari masalah.  Dari mulai masalah upil  yang sipil, sampai masalah yang besar dan menggurita.
Nah disini kita perlu healing. Menulis bisa jadi satu solusi.

Selanjutnya sesi tanya jawab, diantaranya berikut ini.
1. Christina Susi Handayani, asal Bekasi
Pertanyaan: Bagaimana tahapan menulis antologi? Bagaimana cara mendapatkan penerbit yg mau membukukan?
Jawab : Proses menjadi seorang penulis pada setiap penulis penulis itu berbeda-beda. Ada yang ditugaskan oleh KS, ada yang memang sudah hobi membaca dan ingin menjadi penulis. Tetapi semua itu bukan KEBETULAN. Semua harus ada usaha untuk naik kelas.

2. Teguh Wiyono, Bekasi
Pertanyaan: Apakah masih relevan menulis di era digital di tengah banjirnya youtube, tiktok, dan media-media yang bisa mengirim pesan secara visual ? Sekarang orang lebih suka nonton video dibanding membaca, bagaimana menjawab tantangan ini?
Jawab : Jangan risau dengan adanya digital, tik tok juga youtube. Percayalah kegiatan Literasi bisa dalam bentuk buku atau ebook.
Menghadapi tantangan ini sering adakan lomba dan menghidupkan Literasi di segala lini. Supaya laris manis harus memiliki teknik marketing yang jitu.

3. Agus Fanani, Lampung Timur.
Pertanyaan: Apa perbedaan hobi dan passion?
Jika seseorang mempunyai keinginan menulis tapi kesulitan, apakah berarti bukan passionnya?
Jawab : Kalau hobi sepertinya bisa ditahan bila kondisi tidak memungkinkan. Sedang Passion lebih, seperti KEBELET BAB.tak tertahan harus segera ditunaikan agar Plong.

4. Rinrin Siti Maemunah, Bandung Barat.
Pertanyaan: Ketika mempunyai topik untuk ditulis, tetapi susah mengawalinya, bagaimana cara memulai menuangkan ide tersebut?
Jawab : Untuk memulai satu tulisan kalau yang non fiksi bisa berkiblat pada buku ajar atau buku karya ilmiah. Sedangkan untuk fiksi, kalimat pertama atau istilahnya LEAD dibuat semenarik mungkin. Bisa dengan kutipan, dialog atau pertanyaan yang membuat pembaca penasaran.

Pertanyaan-pertanyaan yang lain berisi tentang menggali bagaimana menentukan ide, gagasan serta kiat-kiat untuk menjadikan menulis menjadi sebuah Passion. Sampai pada akhirnya moderator acara Ibu Widya menutup kegiatan dengan puisi yang indah dan Bunda Kanjeng menyampaikan closing statementnya.
Sebagai manusia hanya bisa mengajak pada kebaikan dan agar bisa bersama-sama naik kelas dengan menulis. Karena menulis adalah keterampilan tertinggi saat mengolah rasa, mengolah kata, dan merangkainya menjadi pesan yang bermakna. Dan yang terpenting mendapat ridho Allah, sehingga ada nilai ibadahnya dan insyaallah  dengan menulis kita bisa mulia. Aamiin YRA. 


 

Senin, 09 Januari 2023

MENULIS SETIAP HARI

 

Judul               : Menulis Setiap Hari

Resum ke-       : 1

Gelombang      : 28

Tanggal           : 09 Januari 2023

Tema               : Menulis Setiap Hari

Narasumber     : Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.

Bagaimana kabar kawan-kawan semuanya. Semoga kita semua selalu sehat, berbahagia dengan keluarga tercinta, dan selalu dalam lindungan Alloh SWT.

Alhamdulillah.... syukur saya kepada Allah SWT. karena malam ini bisa mengikuti kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang ke-28 di PGRI hari pertama, tepatnya pada pukul 19.00 - 21.00 WIB. dengan materi “Menulis Setiap Hari” bersama Bapak Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Om Jay) yang dimoderatori bapak Dail Ma’ruf, M.Pd.I.

OmJay mengawali pertemuan dengan salam, dilanjutkan menyampaikan biodatanya, yaitu beliau lahir di Jakarta, 28 Oktober 1972. Menyelesaikan Pendidikan di IKIP Jakarta pada jurusan Teknik Elektro (1990-1994). Beliau juga menyelesaikan Pendidikan S2 pada program studi Teknologi Pendidikan (TP) Pascasarjana UNJ (2007-2009) dan tahun 2014 melanjutkan program studi S3 Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ dan lulus tahun 2022.

Kemudian sebelum menyampaikan materi, OmJay memulai dengan do'a: "semoga semuanya bisa menerbitkan buku solo. Akan ada 1000 guru yang mempunyai buku sendiri" suatu afirmasi positif yang langsung membuat saya menjawabnya dengan semangat "Aamiiiin".

Kegiatan malam ini sangat meriah dan peserta sangat antusias mengikutinya. Om Jay menyampaikan bahwa semenjak beliau memiliki blog pribadi di internet, beliau berusaha kuat setiap harinya untuk menulis di blog. Adanya media blog membuat beliau memiliki komitmen untuk menulis setiap harinya. Rasanya kalau tidak menulis sehari saja seperti ada yang kurang atau hilang dalam dirinya. Bagaikan anak kecil yang kehilangan buku tulis karena sedang belajar menulis.

Beliau merasakan bahwa terdapat kenikmatan tersendiri ketika beliau menuliskan kalimat demi kalimat ke dalam blog yang telah dibuatnya. Beliau merasa harus menjadi produsen pengetahuan dan berbagi informasi melalui tulisannya. Beliau merasa apa yang beliau ketahui harus juga diketahui oleh orang lain dengan berbagi (sharing) di dalam blog.

Semangat beliau serta komitmen yang tinggi dalam hati dan aksi nyatanya, bisa meraih prestasi yang luar biasa. Hal ini semuanya dilakukan dari menulis setiap hari. OmJay memulai itu semua dari blog pribadi semenjak tahun 2007, OmJay bertemu dengan seorang blogger terkenal sekaligus kepala sekolah SMK. Pada awalnya OmJay tidak tahu apa itu blog dan mulai mencoba membuat blog sendiri di blogger.com. Pada tahun 2008 sekolah OmJay kebakaran, karena itulah OmJay mulai memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Karena menggunakan media blog, lahirlah karya-karya tulisan siswa yang kemudian menjadi buku " Yuk Kita Ngeblog" dan mendapatkan juara pertama lomba buku pengayaan Depdikbud dengan hadiah Rp.20.000.000. Blog pertama Omjay bisa kita telusuri jejaknya di https://wijayalabs.blogspot.com. Bahkan puncak tertingginya adalah dengan berkesempatan diundang ke istana negara oleh Bapak Presiden Joko Widodo karena sebuah karya berbentuk buku ini.
OmJay membuktikan bahwa dengan sebuah langkah sederhana tetapi efektif dapat menghasilkan karya yang luar biasa. Terlihat dari judul disertasi beliau yakni "Pengelolaan Blog Kolaboratif Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa". Kita juga mengetahui dengan sumbangan ilmiah beliau itu, sudah beribu-ribu orang yang beruntung menjadi penulis, salah satunya adalah Pak Dail Ma'ruf, M.Pd. yang merupakan peserta KBMN gelombang ke-20, yang dalam waktu satu tahun sudah menghasilkan 50 buku berkat pendampingan jitu dari OmJay. Sungguh merupakan amal jariyah yang ditanam oleh OmJay, pahalanya akan mengalir dari setiap tulisan yang disampaikan oleh peserta, dan tidak menafikan imbalan finansial yang didapatkannya di dunia.

Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Tak ada penulis yang tidak rajin membaca. Semua itu berproses yang dimulai dari adanya ide. Ketika ide muncul lekaslah menulis tanpa mengedit terlebih dahulu. Editlah tulisan setelah ide yang ada dalam otak Anda sudah tersalurkan dengan baik melalui tulisan. Jangan ragu dan takut salah. Teruslah menulis, karena dengan menulis Anda akan melatih otak, mata, dan bibir Anda agar bersinergi dengan kedua tangan Anda. Bila otak, mata, bibir, dan tangan sudah menyatu, maka akan terlahirlah tulisan yang bermutu. Tulisan yang bermutu akan menarik hati setiap orang yang membacanya.



Tips OmJay agar menjadi penulis yang baik:

· Menulislah dengan hatimu maka engkau akan bertemu dengan pembaca setiamu

·   Menulis setiap hari akan menghasilkan prestasi.

·   Menulis dengan hati, maka akan melahirkan tulisan yang bisa dibaca orang lain dengan      hati juga.

·   Mulailah menulis dari apa yang kau sukai dan kuasai.

·   Banyak-banyaklah membaca, setelah itu mulailah menulis.

·   Menulis itu harus ikhlas, kemudian bagikan ilmu dan pengalaman kepada semua orang.

·   Hal penting dalam menulis adalah berpikir sebelum memposting.

·   Rahasia bisa menulis dengan baik adalah membaca, membaca, dan membaca                      sebanyak-banyaknya tulisan orang lain.

·  Jumlah karakter yang ideal dalam menulis adalah 500 kata, agar ketika disusun menjadi   buku akan enak dibaca.

Selanjutnya sesi tanya jawab, diantaranya:

1. Pak Teguh Wiyono dari Bekasi,
Bagaimana cara menyempatkan menulis ditengah kesibukan tugas utama sebagai pendidik yang terkadang menjadi kendala?
OmJay menjawab: dengan adanya HP semuanya menjadi mudah, kita bisa menulis dimana saja dan kapan saja. intisari dari jawaban beliau adalah selagi ada niat maka semua kendala dapat teratasi.

2. Ibu Tika Supartika dari Garut,
Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk menulis ide namun ketika ingin menulisnya tiba-tiba menghilang atau ketika dibaca tulisannya serasa kurang bagus?
Om Jay menjawab: bahwa biasanya beliau menggunakan teknis menulis di word dulu sewaktu menjadi penulis pemula, tapi sekarang langsung menulis di blog karena tulisan di blog bisa diedit, maka jadilah editor pertama tulisan kita.

3. Bapak Muhammad Zainal Ma'rufi dari Tapin,
Apa kiat-kiat OmJay mengusir rasa malas ketika menulis setiap hari?
OmJay menjawab: dulu beliau paling malas menulis sebab tidak tahu kalau menulis itu hobi yang dibayar, jadi kiatnya lawanlah rasa malas itu dengan memikirkan manfaat yang didapatkan, paling tidak karya yang dapat dibaca oleh orang lain.

4. Ibu Imro'atus Sholihah dari Jombang Jatim, jika setiap hari menulis di blog, terdapat tema yang berbeda-beda, kemudian dijadikan sebuah buku, apakah hal tersebut bagus? atau harus mengumpulkan yang sama dengan temanya?
OmJay menjawab: Nanti akan kita kumpulkan menjadi tema yang sama. Lihat aja buku menulis setiap hari yang sudah OmJay bagikan. Isinya gado-gado. Tapi enak dimakan.

5. Ibu Nurfatuh dari Bima, Bagaimana trik menyusun rangkaian kata yang penuh makna dan membuat kita mudah untuk menulis?
OmJay menjawab: banyaklah membaca tulisan orang lain, kemudian bandingkan dengan apa yang sudah kita tuliskan. Setiap orang mempunyai gaya menulis masing-masing.

6. Ibu Lidya Suhery dari Jakarta Timur,
Apa tips khusus agar tulisan dibaca banyak orang selain dari judul yang menarik?
OmJay menjawab: tulis saja sesuai isu terkini, pasti banyak yang membaca.

Demikianlah resume materi ke-1 dalam Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) malam ini. Semoga acara ini dapat memotivasi kita untuk melakukan kegiatan menulis setiap hari dengan komitmen yang tinggi sehingga bisa mewujudkan impian menerbitkan buku solo ber ISBN.

Sabtu, 07 Januari 2023

Opening Ceremony Kelas Belajar Menulis Nusantara 28

  



Malam ini Ahad, 7 Januari 2023 sedang berlangsung pembukaan Kegiatan Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini sangat seru karena panitia penyelenggara ramah-ramah dan peserta sangat antusias.

Kegiatan opening ini dibuka dengan sambutan oleh Bapak Catur Nurrohman Oktavian, M.Pd (Ketua Asosiasi Penulis Guru PB PGRI) dengan statemen,"semua orang bisa menulis, menulis adalah keterampilan, keterampilan membutuhkan latihan".


Menulis merupakan upaya berjuang untuk menjadi manusia yang bemartabat dan bermanfaat karena sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sekitarnya. Kalau guru sudah tidak gagap literasi maka pasti akan menjadi teladan bagi anak didiknya. Tetapi perlu diingat bahwa belajar menulis itu diniatkan untuk semangat kebermanfaatan, sedangkan ketenaran, hasil/finansial, atau lainnya hanyalah bonus.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa "Menulis adalah kegiatan semua orang, tetapi semua orang belum tentu bisa menulis."


Untuk menerbitkan buku itu membutuhkan kesabaran, motivasi, serta fokus. Menulis merupakan obat yang dahsyat, ini yang dialami oleh Om Jay. Beliau merasa gelisah karena masih belum banyak orang yang menulis tetang kisah nyata dan bermutu, maka mulailah menulis karena menulis adalah proses, dan proses tidak akan mengkhianati hasil.

Selanjutnya adalah sambutan dari Ibu Kanjeng. Beliau menyampaikan, " Kita semua memiliki potensi untuk menjadi penulis handal". Tetapi jangan lupa berdoa dan diimbangi sinergi dan kolaborasi. Kemudian beliau mengakhiri sambutannya dengan slogan " SatuLiterasi untuk Negeri, Kelas Belajar Menulis Nusantara untuk Karya Nyata "


Berikut teknis kegiatan "Kelas Belajar Menulis Nusantara" yang disampaikan oleh Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd bahwa:


1. Menerbitkan 1 buku solo.
2. Membuat resume materi di form pengumpulan sebanyak 30 materi.
3. Penanggung jawab form bukti buku terbit.
4. Waktu pelaksanaan hari Senin, Rabu, Jum'at setiap pukul 19.00-21.00 WIB melalui grup WA belajar menulis 30 pertemuan.



Adapun format dalam meresume sebagai berikut:
Judul :
Resume ke :
Gelombang :
Tanggal :
Tema :
Narasumber :
(Wajib posting flyer setiap resume materi)
Minimal 500 kata.



Form Resume



Aktifitas harian


Syarat kelulusan pelatihan



Benefit dari belajar menulis

Beliau Pak Brian menutup dengan selogan " Tulisan yang menurut kita biasa, bisa dianggap luar biasa bagi orang lain". Selanjutnya diteruskan dengan sesi tanya jawab.

Demikian resume opening ceremony "Kelas Belajar Menulis Nusantara 28"



Semoga bermanfaat...
Semangat....
💪💪💪💪

Jumat, 06 Januari 2023

Pengalaman Perdanaku Membuat Blog

Assalamu'alaikum....
Hari ini saya akan menceritakan bagaimana pengalaman perdana saya membuat blog.

Nama saya Imro'atus Sholihah, biasa dipanggil bu Iim.
Saya seorang guru Bahasa Indonesia di MTsN 4 Jombang Jawa Timur. 

Baik saya lanjut......
Hari ini adalah hari pertama saya belajar membuat blog bersama pak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. Sebelumnya saya kira membuat blog itu susah, ribet, dan nggak ada gunanya apalagi untuk saya yang usia sudah kepala empat. Ternyata setelah saya cari tau tentang manfaat blog, pemikiran saya tentang blog menjadi berbeda, ternyata blog mempunyai banyak manfaat, selain bisa sebagai media untuk mendapatkan dan bertukar berbagai informasi, ternyata dengan blog kita juga bisa memberikan atau mengamalkan ilmu, berdakwah, dan lain-lain. Akhirnya saya tertarik untuk membuat blog. Membuat blog itu mudah Bapak/Ibu. Ayo kita coba membuat blog, blog bisa mendatangkan banyak manfaat nih. Baik saya akan mereview bagaimana cara membuat blog, sebagaimana yang diajarkan pak Brian berikut ini.




Atau kunjungi link: http://www.praszetyawan.com/2020/04/cara-membuat-blog-di-bloggercom-terbaru.html

SELESAI....
Mudah bukan bapak/Ibu... Selamat mencoba
Sampai jumpa di blog saya selanjutnya.
Semoga bermanfaat....
💪💪💪💪

Wassalamu'alaikum.....

Inovasi Penerbitan Buku

  Judul : Inovasi Penerbitan Buku Resum ke- : 30 Gelombang ...