Minggu, 05 Februari 2023

PENTINGNYA NIAT DALAM BELAJAR

 

PENTINGNYA NIAT DALAM BELAJAR

Belajar menurut UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, dapat diinterpretasi sebagai bagian dari proses berkegiatan untuk menciptakan sebuah pencerahan, belajar menjadi langkah nyata untuk memahami banyak hal.

Kegiatan belajar agar berjalan dengan baik, dalam prosesnya para ulama memberi resep belajar supaya hasil belajar berkualitas. Resep tersebut adalah niat, niat menjadi yang pertama karena sebagai sumber semua perbuatan yang dilakukan oleh manusia.

Apabila seorang pelajar dari awal telah niat bersungguh-sungguh dalam belajar, pasti hasil akhir belajarnya pun akan baik. Berbeda dengan pelajar yang dari awal sudah tidak ada niat, maka hasil akhirnya pasti akan kurang. Bahkan dalam kitab Ta'alim Muta'alim, pengarang kitab menempatkan bab niat di awal karangannya. Beliau menjelaskan bahwa wajib adanya niat saat belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segala keadaan atau kondisi.

Pentingnya Niat dalam Belajar

Niat dalam belajar adalah sebuah kesungguhan seseorang yang memantapkan hatinya untuk belajar seiring ridho Allah SWT.

Niat dalam belajar adalah hal yang sangat diutamakan terlebih niat merupakan sesuatu yang dapat memotivasi diri untuk melakukan suatu kegiatan belajar. Aspek terpenting dalam meraih keberhasilan itu ternyata bukan terletak pada kurikulum, sarana dan prasarana atau lainnya, tetapi sangat ditentukan oleh niat yang benar, tulus, dan bersungguh-sungguh. Niat dianggap menjadi kekuatan atau pintu keberhasilan dalam setiap usaha, apalagi dalam belajar.

Tanpa niat yang benar dan sungguh-sungguh, seseorang akan sulit mencapai tujuan hidupnya. Niat dan tujuan belajar bukan hanya sekedar kepentingan duniawi saja tetapi juga untuk akhirat. Niat dan tujuan belajar harus ditata sejak awal berangkat ke tempat belajar pengetahuan.

Imam Ahmad ditanya mengenai apa niat yang benar dalam belajar, beliau menjawab, “Niat yang benar dalam belajar adalah untuk beribadah dan mencari ridho Allah, kemudian mengamalkannya pada yang lain.” Hal ini menunjukkan bahwa niat belajar yang kurang tepat adalah jika ingin menjatuhkan atau mengalahkan orang lain atau ingin mencari kedudukan mulia di dunia. Anas bin Malik berkata:

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ يُبَاهِي بِهِ الْعُلَمَاءَ ، أَوْ يُمَارِي بِهِ السُّفَهَاءَ ، أَوْ يَصْرِفُ أَعْيُنَ النَّاسِ إِلَيْهِ ، تَبَوَّأَ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa belajar hanya ingin digelari ilmuan, untuk berdebat dengan orang bodoh, supaya dipandang manusia, maka silakan ia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Hakim dalam Mustadroknya)

Di antara ibadah yang paling penting yang mudah mendekatkan seorang hamba pada Allah adalah tholabul ‘ilmi atau belajar. Sedangkan perkara yang sangat penting yang perlu diperhatikan dan selalu dikoreksi adalah niat dalam belajar. Tidak ada kebaikan yang diperoleh jika seseorang ketika belajar berniat tidak mencari ridho Allah.

Bagaimanakah niat yang benar dalam belajar?

Syaikh ‘Abdus Salam Asy Syuwai’ir mengatakan bahwa ada tiga perkara yang harus dipenuhi agar seseorang memiliki niat yang benar dalam belajar. Tiga perkara tersebut adalah: 1) belajar diniatkan untuk beribadah kepada Allah dengan benar, 2) berniat untuk mengajarkan kepada orang lain, 3) Istiqomah atau terus menerus dan membutuhkan waktu yang lama (bukan hanya sebentar).

Belajar itu membutuhkan kesungguhan. Muhammad bin Syihab Az Zuhri berkata,

العلم إذا أعطيته كلك أعطاك بعضه

“Yang namanya ilmu, jika engkau memberikan usahamu seluruhnya, ia akan memberikan padamu sebagian.”

Dalam hadits riwayat Muslim, Abu Katsir berkata,

لاَ يُسْتَطَاعُ الْعِلْمُ بِرَاحَةِ الْجِسْمِ

“Ilmu tidak diperoleh dengan badan yang bersantai-santai.” (HR. Muslim no. 612).

Seberapa urgenkah niat dalam belajar?

Allah memerintahkan untuk belajar, sebagaimana tersirat dalam QS At-Taubah: 122.

 وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ ࣖ

“Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya”

Ayat di atas menegaskan bahwa belajar itu suatu kewajiban, baik belajar ilmu tentang urusan dunia maupun akhirat. Banyak persoalan duniawi yang harus diselaikan dengan baik dan memerlukan ilmu pengetahuan. Dengan demikian setiap insan hendaklah memiliki ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan agama maupun ilmu pengetahuan umum, sebagai modal perjuangan untuk mencapai cita-cita kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Supaya belajar itu tidak sia-sia, maka diperlukan niat dan tujuan yang benar. Niat dan tujuan belajar bukan hanya sekedar kepentingan duniawi yang selalu dihubungkan dengan status sosial di masa depan, terutama dalam hal pekerjaan dan pendapatan. Bila para pelajar atau mahasiswa hanya itu dalam niat dan tujuan belajarnya, berarti mereka telah menggadaikan dan menjual kebahagiaan akhirat dengan kesenangan duniawi.

Oleh karena itu, menjadi kewajiban orang tua atau si pebelajar untuk mengarahkan niat dan tujuan dalam belajar. Belajar merupakan pekerjaan mulia dan sekaligus termasuk ibadah bila dikerjakan dengan niat yang suci karena Allah. Oleh karena itu tujuan utama dari belajar adalah “ mencari keridhaan Allah agar kelak bisa menempati kedudukan tinggi dan mulia di sisi-Nya.”

Hanya dengan niat yang mulia dan tulus, segala aktivitas belajar dapat diterima oleh Allah sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Begitu urgennya masalah niat, Rasulullah menegaskan: “Sesungguhnya segala amal atau pekerjaan itu tergantung kepada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan memperoleh sesuai dengan niatnya. (Muttafaqun ‘alaih).

Selain niat yang benar, diperlukan juga keyakinan bahwa orang-orang yang belajar dengan tujuan untuk mencapai ridha Allah, maka baginya telah disediakan pahala dari Allah berupa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Selain itu setiap perbuatan yang menunjang proses belajar mereka, walau sekecil apapun dapat bernilai ibadah asalkan disertai dengan niat yang tulus. Bahkan boleh jadi satu amal dibidang ilmu pengetahuan yang terlihat biasa-biasa saja, berubah menjadi sesuatu yang istimewa dengan ketulusan niat. Tetapi sebaliknya, amal yang terlihat hebat dibidang tersebut bisa menjadi hampa karena niat yang tidak tepat.

Jumat, 03 Februari 2023

Pentingnya Proofreading Sebelum Publikasi

 

Judul

:

Pentingnya Proofreading Sebelum Publikasi

Resum ke-

:

12

Gelombang

:

28

Hari, Tanggal

:

Jumat, 03 Februari 2023

Tema

:

Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber

:

Susanto, S.Pd.

Moderator

:

Helwiyah, S.Pd., M.M.


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillaah….
Saya masih diberi kesehatan lahir batin, sehingga malam ini Jumat, 03 Februari 2023 berkesempatan mengikuti kelas belajar menulis nusantara gelombang 28 hari ke-12 dengan tetap semangat membara.

Narasumber malam ini bapak Susanto, S.Pd. adalah seorang guru SD yang biasa dipanggil Pak Dhe. Beliau sangat ahli dalam hal proofreading, sering memenangkan lomba blog dan juga mantan kepala sekolah di beberapa Sekolah Dasar, dan sungguh luar biasa ternyata beliau merupakan alumni BM 15. Berikut profile beliau secara lengkap. 

Profil Bapak Susanto, S.Pd.
Sebagai bahan eksplorasi, sang narasumber membagikan sebuah link blog: 
Peserta diminta untuk membaca tulisan yang ada dalam link blog tersebut.

Setelah membaca isi tulisan di blog tersebut, peserta diminta untuk mengingat-ingat atau memperhatikan bagaimana tulisan dalam blog tersebut. Apakah ada kata-kata yang kurang tepat, tanda baca yang salah, penulisan huruf kapital maupun huruf kecil yang keliru, serta kaidah dalam menulis kata tugas. Selanjutnya peserta diminta untuk mengedit kata-kata maupun tanda baca yang salah dalam penulisan teks berikut.
Hasil edit teks di atas:
PPGP angkatan ke-9, saat ini memasuki seleksi tahap pertama yaitu verval berkas oleh tim asesor, sedangkan angkatan ke-8 memasuki seleksi tahap ke-2, yaitu praktik mengajar dan wawancara. Saya adalah calon guru penggerak angkatan ke-5 yang sedang menunggu sertifikat kelulusan.

Ternyata aktifitas membaca kemudian memberikan coretan-coretan pada sebuah bacaan yang dianggap ambigu atau sulit memaknainya dan tidak sesuai dengan logika berpikir sangat berhubungan dengan materi yang akan disampaikan oleh narasumber. Adapun materi yang akan disampaikan adalah “Proofreading sebelum menerbitkan Tulisan”

Sebelum saya paparkan hal-hal penting berkait dengan proofreading, harus kita pahami dahulu maksud proofreading.

Apa itu Proofreading?
Proofreading dalam arti sempit mempunyai padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia yaitu “Mengoreksi”. Secara lengkap definisi proofreading adalah tahap terakhir dari proses editorial yang bertujuan untuk menemukan kesalahan yang terlewatkan oleh penulis, editor, dan perancang buku atau formatter.

Tugas seorang proofreader
Menurut penjelasan dari narasumber, tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca saja tetapi juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang diuji-baca bisa diterima dan dipahami secara logika. Selain itu, proofreader juga harus bisa mengenali: a. apakah sebuah kalimat itu efektif atau tidak, b. susunannya sudah tepat atau belum, dan c. substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak.

Mengapa proofreading penting dilakukan?
Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak dilewatkan, terutama jika kita berniat untuk menerbitkan karya tulis kepada khalayak luas. Hal ini dikarenakan jangan sampai naskah yang kita publikasikan masih terdapat kesalahan di sana sini sehingga terkesan penulisnya kurang profesional.

Kapan kita melakukan proofreading?
Tahapan proofreading dilakukan beberapa saat setelah tulisan SELESAI. Ingat, setelah selesai, bukan ketika baru dapat satu atau dua paragraf. Sekali lagi bahwa tindakan proofreading atau memeriksa tulisan dilakukan setelah tulisan selesai BUKAN ketika tulisan masih jalan separuh atau bahkan masih satu, dua paragraf, atau sebagian.

Setelah tulisan jadi, endapkan barang sejenak agar pikiran tidak larut dalam tulisan. Kemudian, baru lakukan proofreading dan bersikaplah netral. Maksudnya, periksa dan nilailah karya penulis secara objektif. Bertindaklah sebagai seorang "calon pembaca". 

Salah satu trik mudah untuk melakukan proofreading adalah posisikan diri untuk bertindak seolah-olah menjadi seorang “calon pembaca”. Agar proofreading yang kita lakukan tersusun lebih sistematis, maka terdapat langkah-langkah yang perlu diperhatikan. Langkah-langkah tersebut dipaparkan berikut ini.

Langkah-langkah melakukan proofreading.
Pertama, merevisi draf awal teks. Membuat perubahan signifikan pada konten yang kurang tepat dengan cara memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.
Kedua, merevisi penggunaan bahasa mulai dari pilihan kata, frasa, kalimat, sampai susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
Ketiga, memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat-kalimat yang masih ambigu.
Keempat, a) memeriksa ejaan, apakah sudah merujuk ke EYD, walaupun terkadang ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit; b) pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI dan EYD; c) konsistensi nama dan ketentuannya; d) perhatikan judul bab dan penomorannya.

Hal-hal yang harus dihindari dalam penulisan
Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu, misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Setelah tulisan jadi, apa yang perlu dilakukan?
Setelah tulisan jadi, lakukan: 1) endapkan tulisan Anda beberapa waktu, 2) Meminta teman untuk membaca tulisan kita, 3) meminta seseorang untuk menjadi proofreader, 4) menggunakan aplikasi atau editing tools.

Tips melakukan proofreading
1. Perhatikan detail
Proofreading adalah jenis membaca yang berbeda. Anda harus membaca setiap huruf, setiap tanda baca, dan setiap spasi.
2. Membaca dengan Lantang
Mendengar kata-kata akan membantu Anda mendengar kesalahan yang tidak dilihat mata Anda.
3. Baca perlahan
Tulisan nonfiksi yang padat dan bersifat teknis, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengoreksi daripada yang lain.
4. Beristirahat dan berbaik hati pada diri sendiri
Proofreading membutuhkan fokus yang intens, dan sulit untuk mempertahankan fokus dalam jangka waktu yang lama.

Selain Langkah-langkah tersebut di atas, ada cara lain untuk melakukan proofreading. Adapun cara dimaksud dapat dilihat melalui youtube: https://www.youtube.com/watch?v=tZZgrv5-JXo

Ada sebuah ungkapan:
"Jika kamu tidak dapat menjelaskan sesuatu dengan sederhana, 
kamu tidak cukup memahaminya”
- Albert Einstein
Ungkapan di atas, menyiratkan pentingnya menyusun atau menata kalimat dengan sederhana sehingga mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Unsur kesederhanaan bukan hanya masalah struktur kalimat, tetapi bisa juga karena kesalahan yang tidak disengaja oleh penulisnya, seperti salah ketik atau typo, kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata. Bukankah kata atau kalimat yang tadinya sederhana, bisa menjadi sulit dipahami karena kurang huruf, atau huruf yang tertukar? dan ini lazim terjadi dalam menulis naskah.

Nah, itulah hal-hal yang berkaitan dengan Proofreading. Jadilah penulis yang sabar, karena yang sabar hanyalah yang mampu bertahan. Tidak terkecuali dalam melakukan Proofreading pun harus sabar, karena sering kali kita kurang peduli tidak menyadari dengan kesalahan yang sedang kita buat dalam tulisan. Mari berupaya menjadi penulis yang baik agar menghasilkan tulisan yang baik pula.

Demikian beberapa hal terkait dengan "Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan". Semoga segala informasi tersebut bermanfaat. Terima kasih ilmunya Bapak Susanto, S.Pd. semoga membawa keberkahan dunia akhirat.

Referensi:
Materi KBMN Gelombang ke-28 pertemuan ke-12, dibawah binaan narasumber bapak Susanto, S.Pd. dilaksanakan pada Jumat, 03 Februari 2023 pukul 19.00 s/d 21.00 WIB.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Budaya Bersalaman Wujudkan Peserta Didik Berkarakter

 



MTsN 4 Jombang adalah salah satu madrasah yang berada di lingkungan pondok pesantren Mamba'ul Ma’arif Denanyar Jombang. Pondok pesantren ini menanamkan budaya takdzim santri kepada kiyai-bunyai dan juga kepada ustadz-ustadzahnya. Budaya bersalaman juga diterapkan dan dihidupkan sebagai salah satu pembiasaan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Jombang. Bersalaman antara guru dengan peserta didik dan juga antara peserta didik dengan dengan peserta didik diharapkan membawa pengaruh positif dan manfaat yang baik terhadap peserta didik. Budaya bersalaman atau berjabat tangan ini dapat mencerminkan rasa hormat dan kekeluargaan di madrasah.

Budaya bersalaman adalah upaya untuk menumbuhkan karakter di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Jombang Jatim. Selain itu, dapat membentuk perilaku dan budi pekerti yang baik bagi peserta didik, juga dapat menanamkan sikap sayang antara sesama peserta didik, sopan santun dan takdzim kepada guru dan orang yang lebih tua. Untuk membentuk karakter dan menumbuhkan perilaku tersebut maka dibutuhkan pembiasaan sejak dini dengan melakukan hal-hal yang sederhana seperti saling bersalaman.

Hal ini sejalan dengan fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 berikut ini.

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Budaya bersalaman di MTsN 4 Jombang dilakukan setiap hari pada saat siswa bertemu dengan gurunya khususnya pada pagi hari sebelum masuk kelas dan pada saat pulang atau ketika bertemu dengan guru di manapun berada. Dan dilakukan pula antara peserta didik yang satu dengan yang lain selama sesama jenis.

Untuk menanamkan pembiasan dan akhlakul karimah, menghormati guru dan menumbuhkan sikap kasih sayang terhadap sesama. Kepala MTsN 4 Jombang menyampaikan bahwa bersalaman atau saling berjabat tangan yang dilakukan peserta didik kepada guru-guru atau antarteman sebagai penanaman nilai-nilai akhlak dan budi pekerti. ''Mari kita budayakan bersalaman agar menjadi tradisi dalam membentuk karakter anak didik,'' ajaknya. Dan berhara pembiasaan ini selalu terjaga untuk menanamkan sikap saling menghargai dan membentuk pribadi yang pemaaf,'' tambahnya.

Dilanjutkan dengan pentingnya saling memaafkan adalah budaya dan ajaran yang perlu dilestarikan untuk terus dikembangkan dimana saja khususnya di lingkungan madrasah. ''Penanaman karakter anak dan sikap hormat kepada guru sangat cocok melalui prosesi bersalaman,'' pungkasnya.

Kamis, 02 Februari 2023

TIPS IKHLAS JALANI TUGAS (MENGAJAR)



TIPS IKHLAS JALANI TUGAS (MENGAJAR)

Pekerjaan adalah modal yang sangat penting untuk menjalani kehidupan, semua orang mengharapkan untuk mendapatkan pekerjaan. Namun saat sudah mendapatkannya terkadang masih banyak yang mengeluh dan tidak tulus menjalankannya.

Segala sesuatu yang kita lakukan setiap hari harus didasari dengan ikhlas agar hati menjadi tenang dan tentram. Sejak kita mulai membuka mata pagi hari sudah kita jumpai banyak hal yang mungkin kurang berkenan di hati. Banyak yang mungkin merasa berat untuk menjalankan pekerjaan tersebut, terlebih apabila kurang ikhlas dalam menjalankannya dengan berbagai macam alasan.

Tugas yang kita emban sesulit apapun tetap harus dilaksanakan, jangan dijadikan beban agar tidak terasa berat. Tugas yang dilakukan dengan ikhlas maka akan menjadikan kita mendapatkan berbagai kemudahan. Manfaat kerja ikhlas sangat banyak dan sangat membantu tugas Anda. Ketahui tips ikhlas jalani tugas sehari-hari.

Berikut Beberapa Tips Ikhlas Jalani Tugas Mengajar

1. Berdoa sebelum mengajar
Berdoa merupakan hal penting sebelum melakukan suatu tugas. Tanamkan pada diri anda untuk selalu berdoa sebelum bertugas. Percayalah, bahwa Alloh SWT. selalu memberikan yang terbaik untuk Anda. Dengan berdoa, hati dan pikiran akan merasakan kenyamanan. Bahkan, menjadi penyemangat dalam melaksanakan tugas.

2. Bersyukur
Salah satu hal yang bisa menjadikan Anda ikhlas adalah bersyukur menerima tugas dengan baik. Di luar sana, masih banyak yang bingung dalam mencari pekerjaan yang diinginkan. Untuk itu selalulah bersyukur setiap hari. Masih banyak yang belum beruntung seperti Anda dalam pekerjaan. Jika Anda selalu bersyukur maka pekerjaan/tugas juga akan menjadi lebih mudah dan nyaman dijalankan.

3. Bersabar
Tantangan dalam menjalani tugas memang selalu ada. Untuk itu, bersabarlah dalam menghadapi berbagai persoalan. Semua mengetahui bahwa bersabar itu ada batasnya, tetapi apapun yang terjadi pasti akan ada solusinya. Jangan gegabah dengan melakukan tindakan yang tidak baik. Belajarlah untuk bisa sabar dan ikhlas dalam menjalankan tugas. Jangan anggap tantangan dan masalah pada tugas sebagai beban. Selalu bersabar dan selesaikan semuanya dengan baik-baik. Maka, anda akan merasakan kedamaian dalam bekerja yang sesungguhnya.

4. Kerjakan tugas dengan sebaik-baiknya
Semua tugas yang diberikan pada Anda, kerjakan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai karena ada sedikit masalah yang terjadi membuat Anda kehilangan semuanya. Percayalah, usaha yang Anda lakukan dengan maksimal tentu akan memberikan hasil yang maksimal juga.

5. Jangan tunda tugas
Jalani tugas dengan hati yang tenang dan lakukan sesuai ketentuan, jangan pernah sekalipun untuk menundanya. Karena, hal tersebut hanya akan membuat diri menjadi malas dan timbul rasa berat untuk menjalani tugas tersebut. Sekali saja Anda menunda tugas, mungkin sesaat Anda merasa nyaman, tetapi sebenarnya inilah yang akan menjadi akhir dari segalanya. Ikhlaslah dalam membagi waktu untuk diri dan tugas Anda. Dengan begitu tugas yang anda jalani akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

6. Kerjakan yang mudah dahulu
Mengeluh terhadap tugas yang besar bukanlah solusi yang terbaik. Anda harus memulai dari langkah yang paling kecil untuk menjadi besar. Apabila terdapat pekerjaan yang besar maka mulailah dari bagian yang dirasa mudah terlebih dahulu.

7. Buat target tujuan
Setiap orang yang melaksanakan tugas tentu mempunyai alasan. Hilangkan perasaan terbebani terhadap suatu tugas dengan cara membuat target dari apa yang Anda lakukan.

8. Cintai tugas Anda
Suatu tugas itu berat, tapi jangan dijadikan sebagai beban. Cintai tugas Anda, meskipun Anda tidak suka tapi apabila bertemu setiap hari maka akan menjadi cinta. Hal ini ternyata tidak hanya berlaku untuk pasangan saja. Tetapi, juga bisa berlaku untuk suatu tugas.

Segala hal yang dilakukan atas dasar cinta maka akan memberikan kenyamanan dan Anda akan merasa lebih ikhlas dalam melakukannya. Untuk itu, lebih baik mulai sejak dini untuk bisa mencintai tugas Anda. Abaikan perkataan orang lain, tetap fokus pada tugas Anda. Karena, bukan orang lain yang memberikan keberkahan melainkan tugas yang Anda cintai.

Lakukan segala sesuatu dengan ikhlas jangan mengharap pujian atau imbalan dari manusia. Kita hidup di samping untuk kepentingan duniawi juga ukhrowi. Jika kita bisa melakukan dengan ikhlas, maka Allah SWT. akan memberi imbalan yang tak ternilai harganya.

Orang yang ikhlas dalam menjalani atau berbuat sesuatu, tidak akan merasa terbebani atas perbuatannya tersebut, melainkan ia merasa senang dan gembira telah dapat melaksanakan tugas. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam QS Al Insan: 8, 9 berikut ini.

وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا

Artinya: Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim,  dan tawanan. (Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi ridha Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu. 

Atas dasar itulah kita harus selalu ikhlas/rela menjalani tugas (sebagai guru). Mari jalani tugas mengajar dengan penuh keikhlasan, agar kita dan siswa mendapatkan keberkahan dan ilmu yang manfaat.


Rabu, 01 Februari 2023

KEGIATAN PAGI DI SEKOLAHKU

 Kegiatan Pagi di Sekolahku

Kegiatan yang dilaksanakan di sekolahku setiap pagi secara rutin adalah do'a bersama sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, saya bersama seluruh pendidik terutama yang mempunyai jam pertama melakukan kegiatan do’a Bersama di ruang guru yang dipimpin langsung oleh kepala madrasah. Sebelum do’a dilakukan, kepala madrasah mengecek kehadiran seluruh guru dengan memanggili satu per satu.

Sebagai umat beragama, sudah seharusnya berdoa dahulu sebelum dan sesudah melakukan sesuatu hal. Membaca doa adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. serta meningkatkan iman dan takwa. Berdoa merupakan cara lain setelah menunaikan ibadah salat fardhu lima waktu untuk memanjatkan harapan dan keinginan dari setiap orang.

Doa dalam ajaran Islam ada bermacam-macam sesuai dengan aktivitas masing-masing, salah satunya adalah doa sebelum belajar atau mengajar di sekolah, atau di mana pun berada. Belajar juga merupakan salah satu sarana untuk bisa senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai makhluk yang terbaik dan paling sempurna, manusia telah dikaruniai akal dan pikiran yang seharusnya digunakan di jalan yang benar.

Bahkan belajar adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan setiap muslim. Ada keutamaan yang didapatkan seorang muslim yang terus berusaha untuk belajar. Akan tetapi, usaha untuk belajar tersebut harus disertai dengan rida Allah SWT. agar diperoleh ilmu yang luas dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Hal ini bisa diawali dengan berdoa.

Setiap pagi do’a dipimpin oleh salah satu teman guru secara bergantian, do’a dilaksanakan dengan khusyu’ dengan harapan semoga civitas akademika MTsN 4 Jombang diberikan kesehatan lahir batin, bisa melaksanakan tugas mencerdaskan anak bangsa dengan baik. Dan semoga anak-anak juga diberikan Kesehatan lahir batin, bisa belajar dengan semangat dan mendapatkan ilmu yang bermanfa’at baik untuk diri maupun orang lain.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengecek kehadiran guru-guru terutama guru jam pertama dan melatih kedisiplinan serta memberi contoh pada anak-anak supaya tidak terlambat masuk sekolah. Guru piket pun melakukan pembagian lokasi kerja agar kegiatan pembelajaran hari ini bejalan efektif. Doa pagi selesai seluruh Bapak/Ibu guru langsung menuju lokasi / kelas masing-masing sesuai jadwal.







MAJALAH SEKOLAH & CARA MENGELOLANYA

 

Judul             : Majalah Sekolah & Cara Mengelolanya
Resum ke-     : 11
Gelombang   : 28
Hari, Tanggal: Rabu, 01 Februari 2023
Tema             : Mengelola Majalah Sekolah
Narasumber  : Widya Setianingsih, S.Ag.
Moderator     : Mutmainah, M.Pd.

Pertemuan ke-11 malam ini membahas tentang "Mengelola Majalah sekolah" bersama narasumber yang hebat Ibu Widia Setianingsih, S.Ag. seorang guru di MI Khadijah Malang alumni BM 21 yang kariernya melesat bak pesawat jet  dari peserta menjadi moderator sekaligus narasumber, kurator, dan sekarang merangkap menjadi editor juga penulis buku puisi "Laras Laras Makna dalam Kata". Moderator malam ini adalah ibu Mutmainnah, M.Pd. Narasumber menjelaskan banyak hal terkait dengan majalah sekolah. Beliau mengawali dengan semangat membara, berkobar didalam dada. 
         Tak akan mundur, sebelum resume meluncur. 
            Pantang menyerah sebelum buku solo tercipta.
            💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Berikut beberapa hal penting yang dikemukakan narasumber.

Mengenal Majalah Sekolah.
Menurut KBBI, majalah sekolah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.

Macam-macam majalah sekolah
Berdasarkan waktu terbitnya, majalah sekolah terdiri dari: majalah mingguan, majalah bulanan, majalah 6 bulanan/persemester, dan majalah tahunan.
Berdasarkan isinya, majalah sekolah dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya.

Langkah Langkah Menerbitkan Majalah Sekolah
1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah
2. Mengajukan Proposal.
3. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya.
4. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll.
5. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dan lain-lain.

Setelah terbentuk crew selanjutnya kita akan menentukan susunan redaksi majalah sekolah.
Susunan Redaksi Majalah Sekolah
1. Penasehat: Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah. 
Bertugas memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah.
2. Penanggung Jawab: Yaitu Kepala Sekolah.
Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional)
3. Pimpinan redaksi: Dari Guru yang ditunjuk. 
Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.
4. Editor 
Bertanggung jawab swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan
5. Reporter 
Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.
6. Fotografer.
Mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.
7. Layout.
Mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan
8. Bendahara.
Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah

Manfaat Majalah Sekolah?
1. Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa
2. Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.
3. Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar, dll)
4. Sarana publikasi sekolah di masyarakat
5. Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat dan menerbitkan majalah sekolah.
1. Membuat nama majalah.
Nama dibuat yang unik, menarik, dan mudah diingat. Bisa berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi.
2. Menentukan artikel yang akan ditampilkan.
- Visi Misi Sekolah: Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 2.
- Salam Redaksi: Sapaan pimpinan redaksi, menyampaikan tema majalah, isi majalah        secara  singkat, dan kondisi teraktual saat itu.
- Berita Sekolah: Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN.
- Profil guru, dimuat mulai dari kasek, wakasek, guru, dan staf pendidik
- Profil siswa berprestasi
- Karya siswa, meliputi tulisan siswa puisi, cerpen, foto hasil kerajinan, gambar, dll.
- Kegiatan siswa, misal outbound, praktik kelas, unjuk kerja, dll.
- Prestasi sekolah, prestasi terbaru yang diraih guru, siswa, dan sekolah.
3. Mengajukan ISSBN/QCRBN.
ISSBN/QCRBN sangat penting agar majalah mempunyai hak paten
4. Menentukan Bahasa yang digunakan dalam majalah
Di samping menentukan bahasa yang dipakai, harus diketahui juga sasaran pasar yakni siswa-siswi dan wali murid.
Terkait dengan penggunaan bahasa:
- Gunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
- Tidak menggunakan bahasa yang terlalu formal.
- Gunakan bahasa sehari-hari.
- Tambahkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan sopan), Misalnya hai gaess, hai sobat (sapaan untuk para pembaca)
- Gunakan Bahasa yang komunikatif sehingga terkesan kita sedang berbincang dengan pembaca.
5. Mencari tema
Tema dicari dari hal-hal / issue-isue yang lagi booming di lingkungan sekolah dan masyarakat. Misalnya pelajar Pancasila, berkarakter, rohmatan lil’alamiin, dll.
6. Membuat Cover dan Layout yang menarik.
Cover berfungsi melindungi isi majalah, mencerminkan tema dan isi majalah. Hal yang perlu diperhatikan dalam Layout dan tata letak majalah adalah cover sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP, SMA), praktis, simple, menarik, dll.
7. Pembiayaan.
Pembiayaan digunakan untuk mencetak majalah, membayar HR crew, pembelian hadiah kuiz, dll
8. Percetakan.
Pencetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik, tetapi bila tidak memungkinkan misalnya karena dana, akan dapat dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook, flipbook atau photoshop, dll.
9. Upgrade Ilmu secara terus menerus.
Majalah agar selalu uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel, photoshop, dll dengan memberdayakan teman sejawat atau menghadirkan narasumber ahli.
10. Kekompakan tim.
Tim harus solid, harus kompak, saling mendukung, dan saling mengisi kekurangan.
11. Komitmen yang tinggi.
Komitmen dimulai dari diri sendiri, maka energi positif itu akan menular pada teman-teman disekitar kita. Sebarkan positif vibes, maka orang akan terinspirasi pada kita tanpa kita minta, abaikan saja apabila ada netizen yang julid, anggaplah sebagai kerikil-kerikil dalam perjuangan kita.

Tips Memulai dan Mengajak Pendidik dan Peserta didik
Agar semua ikut terlibat dalam Majalah Sekolah Maka Pendidik dan Peserta didik diajak untuk ikut andil dalam kegiatan Majalah Sekolah daiantaranya:
1. Menyadarkan mereka bahwa sekarang ini pemerintah sedang giat-giatnya menggalakkan literasi. Karena tingkat literasi Indonesia menempati urutan bawah ke 72 dari 75 negara.
2. Melibatkan pendidik untuk mengisi majalah dengan membuat artikel tertentu secara bergantian.
3. Melibatkan pendidik lain untuk memberikan tugas pada peserta didik untuk membuat karya dalam bentuk tulisan. Seperti membuat puisi, cerpen, foto peserta didik saat berkegiatan, foto/gambar hasil kreasi peserta didik, dll.
4. Perlu duduk bersama antara pendidik, komite sekolah, dan crew, untuk upaya menjual kebermanfaatan majalah sekolah.

Mari membuat majalah sekolah agar sekolah semakin dikenal masyarakat luas, nilai kebanggaan sekolah, dan bisa menambah poin nilai saat akreditasi sekolah.
Kunci utamanya adalah MAU 
Ada rintangan, halangan itu hal yg biasa. Apalagi saat mengawali. Berat memang... 😥
Tapi bukan berarti itu TAK MUNGKIN dan TAK ADA SOLUSI. 
Bismillaah.... 💪🏻

Demikian beberapa hal terkait dengan bagaimana mengelola majalah sekolah. Semoga segala informasi tersebut bermanfaat. Terima kasih ilmunya ibu Widya, semoga ilmunya semakin berkah.

Referensi:
Materi KBMN Gelombang ke-28 pertemuan ke-11, dibawah binaan narasumber ibu Widya Setianingsih, S.Ag. Dilaksanakan pada Rabu, 01 Februari 2023 pukul 19.00 s/d 21.00 WIB.

PAGIKU DI SEKOLAH

 

Pagiku di Sekolah

Hari ini Rabu, 01 Februari 2023, seperti biasa saya tiba di sekolah pukul 06.20 WIB. Kemudian ceklok dan sudah menjadi kegiatan rutin setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, saya bersama seluruh pendidik terutama yang mempunyai jam pertama melakukan kegiatan do’a Bersama di ruang guru yang dipimpin langsung oleh kepala madrasah. Sebelum do’a dilakukan, kepala madrasah mengecek kehadiran seluruh guru dengan memanggili satu per satu.

Sebagai umat beragama, sudah seharusnya berdoa dahulu sebelum dan sesudah melakukan sesuatu hal. Membaca doa adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. serta meningkatkan iman dan takwa. Berdoa merupakan cara lain setelah menunaikan ibadah salat fardhu lima waktu untuk memanjatkan harapan dan keinginan dari setiap orang.

Doa dalam ajaran Islam ada bermacam-macam sesuai dengan aktivitas masing-masing, salah satunya adalah doa sebelum belajar atau mengajar di sekolah, atau di mana pun berada. Belajar juga merupakan salah satu sarana untuk bisa senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai makhluk yang terbaik dan paling sempurna, manusia telah dikaruniai akal dan pikiran yang seharusnya digunakan di jalan yang benar.

Bahkan belajar adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan setiap muslim. Ada keutamaan yang didapatkan seorang muslim yang terus berusaha untuk belajar. Akan tetapi, usaha untuk belajar tersebut harus disertai dengan rida Allah SWT. agar diperoleh ilmu yang luas dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Hal ini bisa diawali dengan berdoa.

Pagi ini do’a dipimpin oleh salah satu teman guru (Bapak Moh. Yazid), do’a dilaksanakan dengan khusyu’ dengan harapan semoga civitas akademika MTsN 4 Jombang diberikan kesehatan lahir batin, bisa melaksanakan tugas mencerdaskan anak bangsa dengan baik. Dan semoga anak-anak juga diberikan Kesehatan lahir batin, bisa belajar dengan semangat dan mendapatkan ilmu yang bermanfa’at baik untuk diri maupun orang lain.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengecek kehadiran guru-guru terutama guru jam pertama dan melatih kedisiplinan serta memberi contoh pada anak-anak supaya tidak terlambat masuk sekolah. Guru piket pun melakukan pembagian lokasi kerja agar kegiatan pembelajaran hari ini bejalan efektif. Doa pagi selesai seluruh Bapak/Ibu guru langsung menuju lokasi / kelas masing-masing sesuai jadwal.






Inovasi Penerbitan Buku

  Judul : Inovasi Penerbitan Buku Resum ke- : 30 Gelombang ...